Cara Mengelola Barang Dari Mantan Pacar

Cara Mengelola Barang Dari Mantan PacarPutus dengan si dia, pastinya membuat Anda merasa sedih, susah makan, tidak bisa tidur, dan tidak ingin bertemu dengan orang lain. Namun, apakah Anda mau terus melakukan hal tersebut? Bersikap seperti itu malah merugikan diri Anda sendiri.

Putus cinta dari seseorang yang pernah Anda sayangi memang membuat Anda sedih. Tetapi, sebaiknya Anda tidak terlarut dalam kesedihan tersebut. Anda harus segera move on untuk mendapatkan kebahagian yang lebih baik.

Cara agar bisa move on dan melupakan si dia yang telah menyakiti hati Anda adalah membuang jauh-jauh barang pemberiannya. Karena barang pemberian dari mantan pacar bisa membuat Anda teringat dan membuat hati kembali sakit.

Namun, bagaimana jika barang tersebut berupa barang yang mewah? Apa Anda rela membuangnya? Jangan demikian Anda jangan khawatir karena ada cara yang bisa Anda lakukan. Berikut ini cara mengelola barang dari mantan pacar:

Menyimpannya
Jika mantan pacar Anda adalah orang yang jutawan sehingga dia sering memberikan tab, kulkas, dan barang mewah lainnya. Jika demikian, maka Anda tidak rela kan jika membuangnya begitu saja? Kecuali, jika Anda lebih tajir dari si dia dan menganggap barang tersebut tidak penting. Maka, sebaiknya Anda simpan saja menganggap barang tersebut hasil dari keringat Anda sendiri.

Membuangnya
Jika barang pemberian dari mantan pacar berupa surat cinta, aksesoris atau hiasan lainnya, sebaiknya Anda buang saja. Karena tidak ada manfaatnya jika Anda menyimpan barang tersebut, malah bisa membuat Anda galau dan sedih. Selain itu itu, barang itu hanya menjadi sampah di kamar Anda.

Menjualnya
Selain itu Anda bisa menjual barang pemberian dari mantan pacar. Mungkin barang tersebut masih berguna dan bagus sehingga daripada membuangnya lebih baikan jika Anda menjualnya.

Kembalikan Ke Mantan
Mengembalikan semua barang pemberian dari mantan pacar, jika Anda tidak membutuhkannya lagi. Katakan padanya, “Nih aku kembalikan semua barang dari kamu, aku tidak butuh lagi dan aku tidak mau mengingat kamu lagi…”